Nah sobat sekalian, menghilangkan menghilangkan perasangka negative orang terhadap kita sangat lah susah, apalagi kamu pernah berbuat kesalahan yang berulang-ulang. Saya sangat merasakan itu sobat, sebagai contoh katakanlah saya di sekolah sebagai seorang yang bandel menurut para guru, ok saya melaukan pelanggaran pada saat ini dan saya mengulangginya pada waktu yang lain. Sobat pasti bisa menebak, bagaimna perasangka guru terhadap saya, wow pastinya negative, nah sobat, lalu saya melakukan kebaikan atau yang normal, contoh dalam seminggu saya masuk senin-kamis tapi dalam minggu ini saya masuk full, pada saat masuk, guru hanya mengabsen saya lalu Guru berkata, “ ANU tumben masuk hari ini “ yang lebih eronisnya lagi, guru tersebut tidak mengangap saya ada walaupun kita hadir pada jam pelajaran tersebut, acuh, cuek itulah yang guru tersebut perbuat terhadap saya. Mungkin dalam hati si guru berkata, “ terserah kamu mau buat apa saya tidak mau tau “.
Sobat, kejadian seperti ini mungkin seringkita rasakan, hingga saat kita melakukan suatu yang normal, kita di anggap seperti menutupi diri dari kesalahan yang p ernah kita buat.
Dalam contoh di atas m emang seandainya kita inggin berubah tanpa melakukan pelanggaran, sebenarnya tergantung pada diri kita. Akan tetapi dukunggan dan sokongan sangat kita butuhkan,. Saat kita melaukan suatu yang normal tetapi seolah kita tersingkirkan.sehingga terlintas dalam benak kita, buat apa saya melakukan begini begitu, toh saya dinggap begini juga.
Nah sobat, dalam catatan-albar kali ini, saya inggin mengatakan kepada sobat sekalian, jika kita pernah melakukan kesalahan saat kita inggin melakukan hal yang normal cobalah awali dengan dengan kata perminta maafan kita terhadap orang yang bersangkutan. Mungkin dengan minta maaf bisa memberikan kita awal yang baik, lau sobat sekalian apapun yang kita rasakan. entah, itu perlakuan acuh tak acuh atau yang lainnya, jika kita inggin berubah, coba katakana kepada diri kita, jangan pernah menyerah ( seperti lagu Dmasive ni gan ) kita pasti bisa, yang terakhir seperti lirik lagu Dangdut “ biarkan saja orang berkata “ apaun itu anggaplah hanya anggin lewat, jangan pedulikan mereka. Setelah kita melewatinya dukunggan dan sokonggan akan kita dapati.
Ok sob, sekian dari saya semoga apa yang saya tulis Dalam Pena Albar ini bisa di terima dan tentunya, bisa memberikan kita pelajaran dan masukan.

Posting Komentar